Kamis, 22 Agustus 2013

Mari melangkah!


Dengarlah bisik ku
Wahai 'kekasih' :
"Setiap waktu, sejengkal langkah
Dunia penuh warna."

Jejak-jejak riang terpampang
Tawa dan canda  menjulang
Dahulu dan sekarang.

Dengarlah bisik ku
Wahai 'kekasih' : 
"Bukalah pintu hatimu
Lalu kita berbagi mata dan baju."

Al Ayubi memberi contoh jitu
Toleransi 3 umat di tempat satu

Dengarlah bisik ku
Wahai 'kekasih' :
"Kemarin hilang
Besok akan datang,
mari kita melangkah."





Senin, 19 Agustus 2013

what it is actually

yes, it is.
it is difficult.
it is not about purely togetherness anymore.
there is love here.
there is a distance.
there is a preconception.
it is not about being together all the time.
it is not about planning time to have a meeting.
it is not about pleasure, just a short-lived pleasure.
but it is all about feeling.
feeling of being together, each other.
heart to heart.
one yes, all yes.
one no, all no.
still have it???
if dont, lets not talk about togetherness.

untitled

its like a dream for me. a dream about me and my journey, a very long journey. i walked alone, and it was okay, too okay. the rainbow smiled to me, and it was nice. have you ever seen a ver huge leaf? a huge leaf protecting you from the cats and dog raining? it was mine. and it hd been mine, always mine. what do you think, what i suppose to do where suddenly a very big and great ship, like the beautiful Titanic come to you and offer you a very beautiful and fabuluos journey? would you take it?of course you take it, and me too. it, my very big and great ship promised me that it would accompany my journey. many good things it offered me. treated me like i was the only passanger. would you give your rest time for being with it? i gave it to it. at least, i was planning to do it. something surprised me. no storm. no twistwer. it disappeared. it disappeared even when it did not pick me up yet. i did not know what to do. i did not know where it was. why it did it to me. i missed it. i missed my bigand great ship. i waited it. i waited it under the confusion tree. but it did not show up.it left me with its undefineable reason. it made a very big hole in my not anymore heart but lung. without it knew. it hurt me.

Minggu, 18 Agustus 2013

Diaryku part 1


By : Ressa Harry Saputra

Ayahku pernah berkata, ‘terkadang manusia takut untuk memulai sesuatu yang baru karena mereka berpikir akan hilangnya zona nyaman pada dirinya. Banyak orang bisa melaluinya dengan baik, namun ada yang mempunyai kesan buruk. Kau tidak boleh menghakimi seseorang yang berbeda denganmu, karena sebenarnya mereka mempunyai opininya masing masing dalam berpikir.’
Kami berjalan di pekarangan rumah sambil melihat mentari terbenam. ‘Ayah aku berbeda dengan teman temanku. Teman – temanku menganggapku aneh karena sikapku yang tak wajar pada mereka. Aku tidak tahu harus berbuat apa ketika aku mendengar bisikan bisikan miring terhadapku. Entah mengapa aku bisa mendengar obrolan mereka meski aku sudah mengunci gudang sekolah. Kemudian aku mendengar kebisingan yang luar biasa ketika beberapa orang selain teman – temanku ikut membicarakanku. Rasanya penat dalam kepalaku mendengar omongan – omongan mereka.’
‘Itulah sifat manusia, yang belum bisa menerimamu seutuhnya. Kamu memang berbeda dari manusia kebanyakan, bahkan kamu bukanlah dari planet ini. Namun satuhal yang pasti, kamu adalah anakku  Clark. Mungkin di luar planet ini, kau mempunyai ayah yang sebenarnya. Namun, di dunia ini, aku adalah ayahmu yang akan membimbingmu melawati rintangan dunia ini. Percaya pada ayah, meskipun kau merasa kamu berbeda atau sendiri, kami sebagai orang tuamu akan terus percaya padamu apapun yang terjadi.
Itulah sepenggal kenangan yang kudapat dari ayahku sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya. Aku sadar aku bukan makhluk dunia ini, aku mempunyai kelebihan yang manusia tidak punya. Namun ayah selalu mengajarkan agar tidak boleh menunjukan kelebihanku agar tidak menjadi sombong. Seringkali aku mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan terhadap beberapa manusia. Aku hanya bisa menahan diri atas apa yang mereka lakukan padaku. Ayah juga mengajarkan padaku ‘semua itu ada porsinya masing masing, ketika kau membalas apa yang telah kamu alami terhadap mereka berarti kamu kalah dengan nafsumu yang akan membimbingmu pada kejahatan.’ Pernah sesekali aku membalas perbuatan mereka. Namun akhirnya aku yang di marahi ayah karena tidak bisa menahan kemarahanku sendiri. Dia marah dan berkata ‘BIARKAN MEREKA DIBALAS DENGAN CARA LAIN!!!  asal tidak dengan kekuatanmu CLARK KENT !!!’ mulanya aku bingung, dengan apa yang ayahku katakan. Ini tidak adil, pikirku saat itu. Namun setelah aku berpikir secara dewasa, ada beban yang kumiliki melalui kekuatan yang aku punya. Kekuatan itu ada untuk membantu orang bukan untuk mementingkan pikiran – pikiran pribadi saja.
***
Saat aku pindah ke Metropolis dari Smallville, aku merasakan perbedaan yang sangat signifikan dari  kedua kota ini. Smallvile adalah kota kecil yang kebanyakan kotanya dipenuhi oleh sawah. Aku tumbuh besar disana sampai aku lulus Senior High School. Biasanya setelah pulang sekolah aku selalu membantu ayah mengurusi pertanian, peternakan, dan perkebunan miliknya. Kami mempunyai ladang yang cukup luas untuk mengurusinya satu persatu. Terkadang apabila tidak ada orang yang melihat, aku memakai tenagaku yang kuat dan cepat untuk membantu meringankan pekerjaan ayah. Namun ketika ayah tahu, aku langsung dimarahinya. Penuh kenangan di Smallville, hingga akhirnya aku diterima di daily planet karena menyumbangkan beberapa artikle yang berbau kemanusiaan pada zaman sekarang. Setelah 5 tahun lulus dari Smallville Senior high School, aku langsung pindah ke metropolis tempat dimana orang lalu lalang untuk bekerja mencari nafkah untuk kehidupannya.
Kesan pertama ketika pindah ke Metropolis adalah tempat ini tidak pernah haus akan keramaian akan orang – orang. Aku menyewa apartement di daerah Millway street yang jaraknya cukup untuk naik satu kali subway dalam waktu 13 menit. Mulanya aku sangat bingung ketika kereta yang harusnya ku naiki selalu penuh.  Tiga kali aku terlambat masuk kantor, dan tak heran aku selalu di marahi oleh bosku, Perry White. Pak White selalu tidak menerima alas an apa saja ketika kita berbuat yang tidak ia sukai. Namun kata temanku, Jimmy Olsen, Pak White hanya mencari bahan untuk ia marahi. Memang sikapnya dari dulu selalu perfeksionis, tidak boleh ada celah dari apa yang dialakukan. Termasuk pula dalam mengolah berita. Temanku Jimmy Olsen baru masuk tiga bulan setelah aku masuk, meskipun begitu ia cukup bagus dalam memainkan kameranya. Banyak foto fotonya masuk dalam cover editorial Koran. Berbagai macam kasus criminal pernah ia lewati seperti pembunuhan berantai, perampokan bank, serta terorisme dan lain – lain. Meskipun begitu,ia hanyalah seorang rekanan dari wartawan muda namun senior di Daily Planet yang bernama Lois Lane.
Lois Lane adalah wartawan yang berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya. Secara fisik, ia adalah wanita yang membuatku terpikat pada saat masuk ke daily planet. Parasnya yang cantik, rambut hitam dan kaki yang jenjang seperti model, pasti akan terpikat pada pesonanya. Banyak dari teman teman wartawan yang menyukainya, itu juga termasuk diriku. Namun dibalik kecantikan yang ia pancarkan, ia juga orang yang kritis dalam mengolah artiklenya. Banyak artiklenya yang masuk cover daily planet sebagai topic utama. Disamping itu, Lois juga berani dalam meliput berbagai macam berita bersama partnernya Jimmy Olesen. Menurut Jimmy, Lois selalu memaksanya untuk melakukan hal hal yang gila untuk mencari berita. Dia juga tidak takut dengan pengusaha ternama Lex Luthor yang pamornya sedang naik dimata masyarakat. Lois begitu idealis mengungkap fakta fakta yang terselubung terhadap criminal criminal dibalik layar. Tak jarang ia menapat terror di beberapa orang yang merasa tersinggung terhadap berita yang ia berikan. Namun, bukan Lois Lane jika ia tidak sanggup membela dirinya sendiri. Ia mengikuti kelas beladiri dari mulai jiujitsu, karate, muang tai, boxing, sampai taekwondo. Ayahnya sendiri tentara yang berpangkat komandan. Dari kecil memang Lois dilatih untuk mempertahankan diri dari kondisi apapun. Meskipun begitu untuk masalah relationship, Lois memang agak susah untuk berkomitmen. Dia beberapa kali putus dengan orang yang tidak sanggup menjalani kehidupan seperti Lois. Ia juga termasuk pribadi yang keras dalam menunjukkan apa yang ia mau. Sehingga terkadang untuk berkomitmen si pasangan harus menuruti yang ia mau secara sepihak tanpa kompromi. 
Perkenalanku dengan Lois cukup singkat. Bahkan hanya sekedar basa basi kalau dipikir pikir. Jimmy yang mengenalkanku pada dirinya. Namun ia hanya melihat mataku dengan tajam dan berkata ‘Salam kenal Clark Kent, Selamat datang di daily Planet yang kacau ini.’ Kamudian ia pergi untuk melanjutkan pekerjaannya.
‘Jangan dianggap serius clark, Sifatnya memang begitu kalau ada orang baru.’ Jimmy mencoba mengiburku.
 Bersambung............................................................................................................................

Sabtu, 17 Agustus 2013

Hampiri Aku...

Aku terbuat dengan kesepakatan bersama,
memiliki tujuan yang sama,
tentang apa yang ingin terucap,
namun sulit diucapkan.

Jadilah aku dibuat,
untuk menuangkan semua kata tak terucap,
untuk menyatukan apa itu pemikiran,
dan menjadi penyatu kebersamaan.

Bukan aku menuntut,
aku hanya ingin kalian mengingat,
bukankah kita masih ingin bersama,
dan tak peduli pada jarak.

Kita memang berbeda,
tak semuanya mampu menuangkan,
tapi aku ingin kalian mengingat,
setidaknya untuk mengecek keadaanku.

Tolong jangan menghilang,
jadikan aku pemersatu yang hebat,
dukung aku,
dan mampirlah kemari untuk menulis.

Tuangkan apapun,
atau bacalah aku terlebih dahulu,
lalu cobalah menulis,
untuk  sekedar bergabung bersama.

Lagi-lagi hanya tentang ingin diingat,
untuk selalu diperhatikan,
mengingat tujuan kebersamaan.
bukankan itu tidak sulit?


Terimakasih :)



To : semua yang berpartisipasi dalam blog ini

Selasa, 13 Agustus 2013

Meredam Hitam


Rangkaian kata menusuk telinga
Desak hati untuk berselimut

Rentan bisikan menantang
Deru hati untuk meniru

Remang lampu setapak jalan
Datangkan muram mata memandang

Rima kata tak terbilang
Di tendang sudah dari kandang

Runtutan lelah akan bertamu
Di depan pintu dia sudah menunggu

Remas airmata dalam dada
Desir darah meluap puncak

Rendam diri tak kala semua bermimpi
Dendangkan alunan memuji suci

Robek selimut yang menutupi
Dekap mentari dalam hati

Backpacker Jakarta - Bali - Lombok


Guys ada info" nich!!! mudah mudahan bermanfaat




Harga tiket Backpacker Jakarta - Bali - Lombok :

Jakarta – Surabaya (ekonomi) = 80.000 (12.15)siang  – (3.30)pagi
Surabaya – Banyuwangi (ekonomi) = 150.000 (9.15)pagi -- (15.36)sore
Bayuwangi – Pelabuhan Ketapang +- 30 menit jalan kaki sambil foto2 (khusus buat Teffy ada Alang-Alang lho ^_^)
Pelabuhan Ketapang – Pelabuhan Gilimanuk ( 30 menit ) +- 15.000
Pelabuhan Gilimanuk – Pelabuhan Padang Bai naik bus atau nyarter mobil pribadi sekitar perorang 100.000
Pelabuhan Padang Bai – pelabuhan Lembar Lombok 70.000 sekitar 4 jam perjalanan

Sewa kamar +- 70.000 / kamar (2 kepala)
Klo mw jalan jalan lebih luas dan lebih nikmat siapkan budget lebih sekitar minimal 400.000

Total biaya keseluruhan +- 1.265.000

ayo-ayo kita jalan-jalan bersama kita bisa!!!