Selasa, 30 Juli 2013

Hatiku pedih
Sukar dimengerti
Namun ternyata,
 Aku hanya bisa ungkapkan perasaanku,
Dalam hati saja,

Jika kau  memang milikku,
Seharusnya kau di sini
Tapi mengapa,
Engkau menghilangkan jejak,
Seperti tidak pernah kenal,
Lalu mengapa,
Begitu saja hilang dari hidupku,
Seperti berlari,
Tanpa lagi menengok ke arahku.

Ku terus melaju,
Tanpa ku tau arah.
Selalu tersesat,
Bagai dihutan.
Tanpa bayangmu,
Tanpa dirimu,
Tanpa suaramu,
Tanpa belaianmu.

Kasih,
Kemana harus aku ungkapkan,
Kepada siapa aku berbicara,
Pada malamkah,
Pada bulankah,
Pada jalan?
Pada Tuhan?

Namun aku selalu aku percaya
Pasti ada jawabnya
Bahwa dia milikku,

Entah harus menanti selama apapun.




Note    : puisi ini karya 4 orang manusia yang sedang melakukan perjalanan. Mungkin terlihat seperti puisi biasa, namun ungkapkan kata yang keluar adalah apa yang benar-benar langsung terucap tanpa dipersiapkan. Dibuat saat perjalanan mereka dalam keadaan padat, dan suasana kebersamaan adalah hal yang paling mendukung disini. Menyiratkan apa yang awalnya sulit di ungkapkan, menjadikan kata adalah ungkapkan indah yang begitu saja mengalir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar