Selasa, 18 Juni 2013




"Luka Dibalik Senyuman Belaka"

    Perih, sakit dan sedih,  itulah yang dirasa setiap manusia jikala merasakan sakit fisik, sama halnya seperti sakit batin dan rohani yang terasa lebih mendalam nan kala "terluka". Teori?? Ada, namun essay ini hanyalah sekedar halaman opini agar manusia mawas diri, siapa pun itu dan inilah sebuah kisah "luka seorang pria bernama masa".
    Hari dijalani biasa laiknya manusia biasa menjalani hidup, beribadah, menyayangi keluarga, berteman, menjalin kasih, belajar, bekerja, lalu lalu lalu dan akhirnya meninggal dunia meninggalkan nama.
    Masa, seorang pria biasa yang hanya menjalani hidup dengan kefanaan dibalik senyuman hingga suatu saat dia berkata mengenai seorang wanita dihadapan teman-temannya 'manis sekali loh dia, siapa ya namanya? Mudah2an belom punya cowo' dan temannya menjawab 'cie! Ada yang lagi kasmaran nih, hajaar aja lah gausah lama2, gpl bro!' Dan Masa tersenyum seraya dalam hati berkata 'its not that easy! I don't want to commit an easy love mate' (dengan berbahasa inggris) *gapapalah belagu Inggris sedikit, orang ngomong dalem hati.
    Berjuanglah Masa untuk tahu dan kenal wanita manis itu, akhirnya dia tahu nama wanita tersebut adalah Lalu. Masa terus dan terus mendekati hingga mereka berdua dipertemukan oleh Tuhan dan bersatu..
    Waktu berjalan terus dan terus, Masa Lalu berjalan dan menjalin ikatan kebahagiaan, laiknya pasangan-pasangan lain mereka menjalani dengan keindahan, kesedihan, kemarahan, kecemburuan. Masa berkata 'komitmenku selalu dan akan tetap sama untuk mencintaimu..maukah kamu manis menjadi kekasihku hingga waktu yang memisahkan nanti', dengan sedikit berpikir Lalu menjawab malu 'mau, kamu inget aku, kita bukan umur yang main2 lagi..aku gamau pacaran sebentar, aku mau terus selamanya' yang konklusinya Lalu menerima Masa.
    Happy ending?? Jelas! Tapi bukan happy ending akhir kisah ini. Jalaaaaaaannya waktu cepat namun sekilas bagi kedua pasangan yang mungkin bahagia ini, pertengkaran menghiasi mereka menemani kecemasan Masa karena dia mencitai Lalu dengan hati tulus dengan harapan fana untuk menikah dan terus hingga akhir hayat, dia hanya bisa tersenyum ketika bertengkar dengan harapan 'Tuhan, semoga hatinya segera dingin kembali'. Naif memang Masa! Kurang peka kau Masa! Mengapa dia tidak mendatangi atau langsung berbicara! Banyak media, line kakaotalk whatsapp BBM wechat dan lainnyaa ga ngerti ada apa lagi.
    'Kebodohan' Masa membuat Lalu berpikir 'apakah dia pria yang tepat buat diriku??' Masa tersenyum dibalik tangisan hati karena dia tahu sudah berkorban tidak sepenuhnya untuk Lalu karena dia juga punya keluarga untuk dibantu, hidup dia bukan hanya untuk Lalu *namun kalimat terakhir ini disesali nantinya.
    Pengorbanan seadanya dia lakukan, apapun namun entah kurang peka atau memang memang ada yang tidak disadarinya dari sifat Lalu yang perlahan berubah hingga Lalu berkata dengan 'hormat' melalui sebuah pesan 'maaf Masa, kurasa kamu bukan pria yang tepat buat aku..perasaanku hilang...'
    Menangislah sudah hati Masa! Senyuman yang dibuatnya tertutup tirai air mata yang tanpa sadar turun seraya berkata 'kenapa? Apaa kenapa?' Tanpa tahu apapun, hati Masa 'tergores' membentuk 'luka dalam membekas'.
    Masa mencintainya tulus nan dalam namun Lalu berkata sebaliknya, beratnya Masa tidak tahu mengapa dan mengapa..hari tanpa pertemuan tak kunjung datang, luka terus membekas dan sahabat Masa berkata 'gausahlah lo mempertanyakan pertanyaan yang jawabannya gaperlu lo tau' bijak.
    Teruslah Masa hidup dengan luka ini ta peduli dia senang sedih susah dan naik turun kehidupan, mengetahui Lalu sudah memiliki pria lain, Masa tersenyum dengan hati tulus mendoakan yang terbaik seraya membawa luka yang belum dipertemukan oleh Tuhan.
    Kisah 'Masa Lalu' hanyalah kebahagiaan sesaat dan menyisakan luka abadi bagi Masa, bukan tidak bergerak namun luka yang membekas dalam..hidupnya terus berjalan namun tidak 'pedang excalibur yang menancap dihatinya'. Inti essay 'sayangilah dan jaga erat pasangan, apapuun lakukan jikalau tak mau kehilangan karena tangisan dan luka membekas dalam hati dan pikiran. Peacee love and gaoel.

1 komentar:

  1. Menjaga hbgn memang wajib..tp jikalau psgnnya berubah, apa perlu di jaga lagi percuma kalo qt menjaga tp psgnnya ttp mw melepaskan..intinya sih jalanin saja, dan ttp berusaha yg terbaik. Toh smw nya sudah ada yg menentukan. Pasangan yg baik utk yang baik. Ya ga coy? :)

    BalasHapus