"Luka Dibalik Senyuman Belaka"
Perih, sakit dan sedih, itulah yang dirasa setiap manusia jikala
merasakan sakit fisik, sama halnya seperti sakit batin dan rohani yang terasa
lebih mendalam nan kala "terluka". Teori?? Ada, namun essay ini
hanyalah sekedar halaman opini agar manusia mawas diri, siapa pun itu dan
inilah sebuah kisah "luka seorang pria bernama masa".
Hari
dijalani biasa laiknya manusia biasa menjalani hidup, beribadah, menyayangi
keluarga, berteman, menjalin kasih, belajar, bekerja, lalu lalu lalu dan
akhirnya meninggal dunia meninggalkan nama.
Masa, seorang pria biasa yang hanya
menjalani hidup dengan kefanaan dibalik senyuman hingga suatu saat dia berkata mengenai
seorang wanita dihadapan teman-temannya 'manis sekali loh dia, siapa ya
namanya? Mudah2an belom punya cowo' dan temannya menjawab 'cie! Ada yang lagi
kasmaran nih, hajaar aja lah gausah lama2, gpl bro!' Dan Masa tersenyum seraya
dalam hati berkata 'its not that easy! I don't want to commit an easy love
mate' (dengan berbahasa inggris) *gapapalah belagu Inggris sedikit, orang
ngomong dalem hati.
Berjuanglah Masa untuk tahu dan kenal
wanita manis itu, akhirnya dia tahu nama wanita tersebut adalah Lalu. Masa
terus dan terus mendekati hingga mereka berdua dipertemukan oleh Tuhan dan
bersatu..
Waktu berjalan terus dan terus, Masa Lalu
berjalan dan menjalin ikatan kebahagiaan, laiknya pasangan-pasangan lain mereka
menjalani dengan keindahan, kesedihan, kemarahan, kecemburuan. Masa berkata
'komitmenku selalu dan akan tetap sama untuk mencintaimu..maukah kamu manis
menjadi kekasihku hingga waktu yang memisahkan nanti', dengan sedikit berpikir Lalu
menjawab malu 'mau, kamu inget aku, kita bukan umur yang main2 lagi..aku gamau
pacaran sebentar, aku mau terus selamanya' yang konklusinya Lalu menerima Masa.
Happy ending?? Jelas! Tapi bukan happy
ending akhir kisah ini. Jalaaaaaaannya waktu cepat namun sekilas bagi kedua
pasangan yang mungkin bahagia ini, pertengkaran menghiasi mereka menemani
kecemasan Masa karena dia mencitai Lalu dengan hati tulus dengan harapan fana
untuk menikah dan terus hingga akhir hayat, dia hanya bisa tersenyum ketika
bertengkar dengan harapan 'Tuhan, semoga hatinya segera dingin kembali'. Naif
memang Masa! Kurang peka kau Masa! Mengapa dia tidak mendatangi atau langsung
berbicara! Banyak media, line kakaotalk whatsapp BBM wechat dan lainnyaa ga
ngerti ada apa lagi.
'Kebodohan' Masa membuat Lalu berpikir
'apakah dia pria yang tepat buat diriku??' Masa tersenyum dibalik tangisan hati
karena dia tahu sudah berkorban tidak sepenuhnya untuk Lalu karena dia juga
punya keluarga untuk dibantu, hidup dia bukan hanya untuk Lalu *namun kalimat
terakhir ini disesali nantinya.
Pengorbanan seadanya dia lakukan, apapun
namun entah kurang peka atau memang memang ada yang tidak disadarinya dari
sifat Lalu yang perlahan berubah hingga Lalu berkata dengan 'hormat' melalui
sebuah pesan 'maaf Masa, kurasa kamu bukan pria yang tepat buat aku..perasaanku
hilang...'
Menangislah sudah hati Masa! Senyuman yang
dibuatnya tertutup tirai air mata yang tanpa sadar turun seraya berkata
'kenapa? Apaa kenapa?' Tanpa tahu apapun, hati Masa 'tergores' membentuk 'luka
dalam membekas'.
Masa mencintainya tulus nan dalam namun
Lalu berkata sebaliknya, beratnya Masa tidak tahu mengapa dan mengapa..hari
tanpa pertemuan tak kunjung datang, luka terus membekas dan sahabat Masa
berkata 'gausahlah lo mempertanyakan pertanyaan yang jawabannya gaperlu lo tau'
bijak.
Teruslah Masa hidup dengan luka ini ta
peduli dia senang sedih susah dan naik turun kehidupan, mengetahui Lalu sudah
memiliki pria lain, Masa tersenyum dengan hati tulus mendoakan yang terbaik
seraya membawa luka yang belum dipertemukan oleh Tuhan.
Kisah 'Masa Lalu' hanyalah kebahagiaan
sesaat dan menyisakan luka abadi bagi Masa, bukan tidak bergerak namun luka
yang membekas dalam..hidupnya terus berjalan namun tidak 'pedang excalibur yang
menancap dihatinya'. Inti essay 'sayangilah dan jaga erat pasangan, apapuun
lakukan jikalau tak mau kehilangan karena tangisan dan luka membekas dalam hati
dan pikiran. Peacee love and gaoel.
Menjaga hbgn memang wajib..tp jikalau psgnnya berubah, apa perlu di jaga lagi percuma kalo qt menjaga tp psgnnya ttp mw melepaskan..intinya sih jalanin saja, dan ttp berusaha yg terbaik. Toh smw nya sudah ada yg menentukan. Pasangan yg baik utk yang baik. Ya ga coy? :)
BalasHapus