Bukankah kita tercipta untuk bermimpi?
Lalu mengapa seringkali terhenti.
Mengapa ada ingatan yang harus menetap.
Menjelmakan waktu pada keterbatasan.
Mengingatkannya pada ‘memori’.
Dan kesadaran suatu realita
Seringkali menjadi penghalang yang besar.
Seringkali berlari malah menjauhkan,
Batu menjadi sandungan tanpa pamrih.
Dan kabut,
Menjadi penghalang dengan ‘dingin’nya.
Masih inginkan bermimpi?
Ketika langkah benar-benar tak tau arah.
Tapi bukan tersesat.
Beristirahat sering kali tak tepat.
Menghilangkan kesempatan,
Tapi bukan tekad.
Lalu angin akan terus berbisik-bisik,
Debunya akan memerihkan mata,
Dan gugurannya akan menutup jejak.
Masih inginkah bermimpi?
Sedang mata seringkali terlelap
Pada terang tanpa
matahari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar