Selasa, 28 Mei 2013

Koruptor


Korupsi semakin menjadi , Dalam bumi pertiwi

Kekayaan negeri yang tinggi, Menyusut dikebiri

Para petinggi sudah gila hati

Hanya menuruti kehendak sendiri.



Bukan seorang diri dalam beraksi

Sang kawan diajak untuk menggerogoti,

Tidak sedikit dia menggembosi

Utang Negara semakin tinggi.



Jika tertangkap dia berkelit keki

Sakit menjadi alasan tuk menghindari

Jerat hukuman yang sudah menanti.



Jika bui sudah menghadang diri

Maka hukum dibeli dengan uang korupsi

Agar hidup bagai rumah sendiri.



Hukum pencuri “uang rakyat” di negeri ini

Tidak sepadan dengan perasan yang dikorupsi,

Hukum pencuri ayam di negeri ini

Pukulan tangan mungkin hingga mati.



Penegak hukum dinegeri ini

Bagai besi yang terkena asam tinggi,

Tidak kuat uang melilit hati

Dia berpindah pada pihak pembeli.

Jumat, 24 Mei 2013

Burger Makarel ala chef Farah Quinn


Karena Gue gak tau musti ngomong apa mending gue kasih resep makanan dari Farah Quinn, Semoga bermanfaat
2 buah bun burger
Kentang goreng siap saji
1 ikat daun lettuce
1 bh bawang Bombay, potong tipis
1 buah tomat
1 kaleng ikan makarel 
½ bh bawang Bombay, cincang
½ sdt lada hitam
1 sdt l/p sauce
1 sdt kecap manis
1 sdt bawang putih cincang
1 butir putih telur
3 sdm tepung roti

Cara Membuat :
  1. Panaskan wajan datar, olesi dengan sedikit mentega, panggang roti di atas pan hingga berwarna coklat ke emasan. Lakukan berulang – ulang hingga roti habis.
  2. Sementara itu di tempat terpisah, panaskan fry pan, tumis bawang Bombay hingga harum. Masukkan 1 kaleng ikan makarel tanpa air. Bumbui dengan lada, L n P sauce, kecap manis dan garam secukupnya. Masak hingga matang. Lalu bentuk menjadi petties
  3. Susun bun burger, beri lettuce di atasnya, lalu tambahkan bawang Bombay, tomat, ikan makarel. Tutup dengan lapisan roti yang lainnya.
  4. Sajikan dengan kentang goreng siap saji.
 Semoga Menikmati 

Salam Kenal Semua

Ressa Harry Saputra was here.....................

Akibat Perang

perang sudah berkecamuk sejak dahulu,
ego dan kebenaran menjadi pendahulu,
korban luka dan mati sudah tentu,

janda dan yatim adalah salah satu,
berteman dengan kemiskinan yang pilu,
menjadi kehidupan sendu.

ini salah satu pandangan diriku
akibat dari perang para serdadu.

namun setengah jiwaku mengaku,
perang membawa efek tertentu,
pada kehidupan yang akan berlalu.

bayangkan jika tidak ada perang,
dari dahulu hingga sekarang,
berapa jumlah manusia yang mencari kehidupan.

bayangkan jika tidak ada perang,
dari dahulu hingga sekarang,
berapa lahan yang habis untuk penggarapan.

hari ini saja kemiskinan telah meraja,
ditambah pekerjaan yang sulit diraba,
manusia hidup dalam tanda tanya.

bayangkan jika tidak ada perang,
dari dahulu hingga sekarang.


Rabu, 15 Mei 2013

Untuk Bermimpi?


Bukankah kita tercipta untuk bermimpi?
Lalu mengapa seringkali terhenti.
Mengapa ada ingatan yang harus menetap.
Menjelmakan waktu pada keterbatasan.
Mengingatkannya pada ‘memori’.
Dan kesadaran suatu realita
Seringkali menjadi penghalang yang besar.

Seringkali berlari malah menjauhkan,
Batu menjadi sandungan tanpa pamrih.
Dan kabut,
Menjadi penghalang dengan ‘dingin’nya.
Masih inginkan bermimpi?
Ketika langkah benar-benar tak tau arah.
Tapi bukan tersesat.

Beristirahat sering kali tak tepat.
Menghilangkan kesempatan,
Tapi bukan tekad.
Lalu angin akan terus berbisik-bisik,
Debunya akan memerihkan mata,
Dan gugurannya akan menutup jejak.
Masih inginkah bermimpi?
Sedang mata seringkali terlelap
Pada terang tanpa  matahari

when it's gone

we are given a golden chance to love the ones loving us
why dont we take it?
why do we keep in a distance?
why do we still look forward without paying attention to the right, left, and backside?
why?
because we are too arrogant.
we're gonna be missing it when it's gone,
when she's gone,
when he's gone,
and when they're gone.
Jiwa yang melewati waktu
Arungi dunia dengan berkelahi
Tanpa pernah berhenti,

Alami pedih yang melukai
Tak sedikit suka diberi
Namun kita tak pernah berhenti
Meminta lebih dari illahi, 

Sedikit kata syukur
Dari apa yang sudah ditabur
Sedikit kata syukur
Dari apa yang sudah terbalur.


ERA BARU!!



WELCOMING NEW ERA!!
‘Kehidupan Pribadi dan sepakbola’

   Penegasan kah?? Kegilaankah?? Bukan dua hal tersebut namun merupakan simbol, makna implicit dibalik dua tanda seru yang gw tekankan di judul. Pembaca pasti kental dengan pensiunnya Sir Alex Ferguson di Manchester United dan juga Paul Scholes, dan gw dengan cepat membuat pernyataan inilah akhir era Sir Alex dan mari kita sambut era baru, era David Moyes. Jelas saja gw bilang begitu, bisa dibayangkan selama 26 tahun Sir Alex mendedikasikan hidupnya untuk sebuah klub besar dan bersejarah Inggris bernama Manchester United. Kesedihan, keterkejutan dan ketidak sangkaan seketika menyambar diri gw ketika mendengar kabar tersebut *dan gw rasa fanatik MU lainnya, seketika kehilangan teman kecil yang mendampingi tiap weekend, namun inilah fakta tak ada yang bisa kita perbuat, terima dengan bijak.
   Keputusan Paul Scholes juga seakan mempertegas akhir era, kelas 92 perlahan menghilang menyisakan seorang Ryan Giggs guna memimpin rekan-rekan mudanya, namun inilah kenyataan melihat Sir Alex menyampaikan pesan perpisahannya di public Old Trafford membuat dunia seketika berhenti baik kawan ataupun lawan sangat menghormati beliau. Namun, kesedihan ini tidak berlarut lama, ‘positif positif positif dan optimis!’ itulah yang gw katakan seketika menyambut ‘era baru’ di Man United, lanjut gw berkata ‘era baru ini isyarat dari Allah SWT untuk diri gw, delalahnya pas banget ketika gw memang harus memulai ‘era’ baru’. Benar saja, gw berpikir demikian karena gw memang selalu mengaitkan hidup dengan sepakbola seperti determinasi sepakbola = determinasi hidup, itu alasan pertama gw buat ngeles, tapi yang kedua memang inilah faktanya! Kehidupan baru dengan pasangan baru, kehidupan baru dengan kesadaran diri, kehidupan baru untuk pribadi yang baru…yaa singkat kata itulah simbol era baru Man United dan diri gw, mengaitkan kah? Betul, benarkah? Benar juga.
   Gw fanatis memang dengan sepakbola, tapi gw mawas diri untuk menyadari hidup gw pribadi tatkala Allah SWT selalu diingat dan untuk kemudian keluarga, kedua orang tua. Inti kata majulah majulah seperti slogan di film ‘Meet the Robinson’ yaitu ‘keep moving forward keep moving forward’, jangan biarkan hawa negatif menyerang dan berujung pesimis, lalu pesan yang ingin disampaikan? Pembaca boleh memaknai artikel ini dengan berbagai hal, tapi dari gw pribadi adalah ‘passion to something is not bad at all, it can bring you to your happiness and identity’.

Selasa, 14 Mei 2013

haloooo

jujuuur nih, gw norak banget. gw ga ngerti main blog2an kaya begini..smoga dengan adanya blog kita ini gw bisa semakin ngerti dan bikin blog sendiri deh...ayooo yg lain mana nih suaranya?????

Senin, 13 Mei 2013

.................. "kebersamaan"


Mungkin awalnya tak akan pernah terpikir tentang bagaimana kebersamaan bisa berlanjut, namun hidup terus menunjukan langkah-langkahnya. Selalu ada keraguan atau bahkan keyakinan yang tinggi dengan apa yang di jalani, dan pertanyaan tak pernah berhenti untuk menempati alam pikiran yang jelas tidak mau diam. Hati selalu menginginkan hal yang terbaik, dan mendengarkan hati tidak selalu menjadi hal yang tepat. Melalui hati kita di ajarkan mengetahui apa keinginan yang sebenarnya, tapi hati adalah hal yang paling keras kepala, terlalu kuat berkeinginan. Sebenarnya tidak ada yang salah, tapi pemikiran lah yang menjadikan salah. Tapi lagi-lagi ini tentang bagaimana kita melangkah dan bertahan dengan persimpangan. Kebersamaan dengan keinginan kuat akan menguatkan hati, mengeraskan pikiran dalam arti ketulusan, namun sulit untuk membuatnya terlihat.



Selalu ada niat baik yang menempati pemikiran-pemikiran, tapi proses selalu menjadikannya seperti begitu rumit. Salah paham, tidak saling mengerti, dan berbeda pendapat sering menjadi masalah utama yang melanda, sedang setiap pemikiran selalu mempunyai alasan. Pandangan yang luas lah yang selalu di  butuhkan. Kembali kita harus mengecek 'kebersamaan' itu sendiri dengan sudut pandang yang lain, mengubah posisi, dan berpikir jernih untuk tidak terpaku atau kaku pada pandangan diri sendiri. Meluaskan pandangan seperti meluaskan hati, tapi masalahnya selalu ada di kata 'sulit'. Dan keras kepala hanya bikin menyempitkan pikiran.



Lalu? bagaimana tentang kebersamaan itu?
Melalui prosesnya, melihat perkembangannya, dan memantapkan untuk melanjutkan ke jalan yang mana.
Dan lagi-lagi kata 'SULIT' selalu melanda.
Lalu?



#justsharing



‘Totalitas Dan Pengabdian’
‘Kisah Sir Alex Ferguson selama 26 tahun pengabdian dan berhenti di angka 20’


   ‘Luar Biasa! Jenius! Visioner! Pelatih diatas pelatih guru diatas guru’ itulah sedikitnya kata-kata yang dapat sedikit menggambarkan seorang pelatih yang bernama Alex Ferguson dan menjadi Sir Alex Ferguson setelah dinobatkan oleh kerajaan Inggris atas dedikasinya terhadap olahraga, sepakbola. Beliau pensiun disaat memenangkan Trofi Liga Inggris yang ke 20 ke 13 untuk beliau di Manchester United, pencapaian tertinggi disbanding klub-klub Inggris lainnya, Beliau berkata bahwa ‘inilah saat yang tepat untuk meninggalkan klub bersejarah ini, klub ini saya tinggal dalam keadaan fondasi yang sangat bagus dan kuat’.  
   Tanggal 8 Mei 2013 waktu setempat seketika Sir Alex Ferguson menyatakan pensiun sebagai manajer klub, serasa mendengar Michael Jackson meninggal, kesedihan serasa ditinggal teman masa lalu yang selalu menemani di tiap minggu dalam pertandingan sepakbola untuk setiap fanatik Manchester United dan juga fanatik sepakbola yang menghargai jasa besar beliau. Sir Alex Ferguson memang masih hidup dan menjadi duta besar Manchester United, namun dengan kebiaasaan melihat beliau di pinggir lapangan, mengunyah permen karet, berteriak kepada wasit, ekpresi kegembiraan dan ketegangan, semua hal tersebut tidak akan kita lihat lagi untuk musim depan dan seterusnya.
   Respek yang beliau dapatkan hampir dari semua insane sepakbola luar dan dalam negeri, salah satunya yaitu Gianfranco Zola yang berkata ‘Ferguson is a magician..Ferguson merupakan seorang pesulap’ yang diartikan sebagai pesulap secara konotatif yang mengubah Manchester United menjadi klub besar dengan basis fan yang banyak dan tentunya bersejarah, menerbitkan banyak pemain bintang dan panutan buat setiap pelatih lainnya. Sir Alex Ferguson mengajarkan kepada dunia persepakbolaan arti kata ‘totalitas dan pengabdian’, Manchester United = Sir Alex Ferguson, benar apa adanya hal tersebut karena pengabdian beliau yang luar biasa yang tidak ada lagi mungkin dan dapat ditiru pelatih-pelatih lainnya, yang mendekati hanya Arsene Wenger (pelatih Arsenal).
  

   Totalitas yang dia berikan dengan 38 trofi kepada United dari piala lokal hingga Liga champion, pembentukan fondasi dengan campuran pemain-pemain muda dan senior, dan banyak menerbitkan pemain-pemain dunia seperti Ronaldo, Beckham, Giggs, Scholes, Ferdinand, Cantona, George Best dan banyak lainnya. Napak tilas Sir Alex Ferguson sangatlah banyak dan mungkin ga bisa juga dirangkum dalam satu artikel, membicarakan beliau tak cukup satu dua lembar, bisa jadi buku yang sangat tebal.
   Hal yang paling dikenal tentunya kejelian beliau di tahun 1999 melawan Bayern Munich, klub sudah tertinggal satu gold dan dalam hitungan menit bahkan detik! Dua orang pengganti yang dimasukkan Sir Alex Ferguson (Solksjaer dan Sheringham) membalikkan keadaan menjadi dua satu dan memenangkan trofi liga champion sekaligus mengukuhkan ‘treble winner’ dan juga ‘famous comeback’, kesenangan untuk Manchester United dan kesedihan untuk Bayern Munich
   Sir Alex Ferguson juga memiliki banyak cerita kontroversial, ambil contoh ketika sedikit timnya diberi ketidak adilan oleh wasit yang menurut beliau salah, tidak segan-segan wasit menjadi target kemarahannya, wasit keempat akan dimakai-dimaki olehnya. Beliau juga orang yang banyak bicara mengenai pelatih yang tidak disukainya bahkan setelah pertemuan pun tidak hanya sebelum pertandingan sebagai perang ‘syaraf’ namun tetap respek besar diberikan oleh semua pelatih kepadanya dari yang suka hingga tidak menyukai beliau. Opa Alex juga terkenal dengan sifat otoriternya diruang ganti kepada setiap pemain, pemain yang meninggalkan Old Trafford dengan membawa dendam salah satunya adalah Carlos Tevez, dia menganggap Sir Alex terlalu arogan dan memegang kuasa di Manchester United, namun sekali lagi inilah bukti pengabdian beliau di United.
   Sudah banyak topik-topik tren yang menjadi ciri khas seorang Sir Alex Ferguson, beberapa diantaranya adalah “Fergie Time’ yang merujuk pada tambahan waktu diujung pertandingan, waktu dimana fanatik Manchester United yakin dan percaya akan sebuah ‘keajaiban’ ketika tertinggal dengan margin gol yang tipis dan entah menyamakan atau membalikkan keadaan. Lalu ada ‘Fergie Hair Dyer Treatment’ merujuk pada jeda waktu pertandingan dimana Ferguson teriak-teriak / marah-marah layaknya Hitler kepada SS dan anak buahnya, bukti ketegasan dan pengangkatan mentalitas karena pemain yang mengenakan baju berlogo Manchester United haruslah bermain dengan mentalitas juara dan pantang menyerah, dan biasanya membawa kemenangan untuk klub setelahnya.
   Nama ‘Sir Alex Ferguson Stand’ tercantum jelas didalam Old Trafford guna menghargai jasa-jasa dan pengabdian beliau untuk sebuah klub bernama Manchester United, juga patung lilin Sir Alex Ferguson di luar stadium sebagai simbol seorang visioner dan pelatih besar bertaraf dunia yang mendikasikan dirinya untuk Manchester United. Beliau berkata kepada media mengenai pensiunnya dengan kata :
‘Keputusan mundurnya saya ini merupakan keputusan berat dan tak bisa ditentukan dengan mudah, ini waktu yang tepat. Penting untuk saya meninggalkan klub ini dengan bentuk terkuat yang ada dan saya percaya telah melakukannya. Untuk kedepannya saya mengambil peranan penting sebagai direktur dan duta besar klub. Dan kepada fan saya mengucapkan terima kasih, dukungan yang kalian beri selama bertahun-tahun sangatlah luar biasa, ini merupakan suatu kehormatan untuk memiliki kesempatan bekerja kepada klub kalian, dan memiliki harta karun yang berharga di Manchester United – Sir Alex Ferguson’.
  
   Kesiapan hati kecil beliau yang menyebabkan pensiun sebagai manajer Man United, banyak mantan-mantan pemain yang bangga pernah dilatih oleh beliau hingga beberapa dari mereka bahkan sudah menjadi pelatih, mereka menganggap Sir Alex Ferguson sebagai figur, sosok seorang ayah, beberapa pemain ini adalah Ronaldo, Ince, Yorke, Beckham dan lainnya. Marcelo Lippi berkata bahwa model permainan Manchester United menginspirasinya dan juga Juventus saat itu, respek dari seluruh dan kawan ditujukan kepada beliau.
   Pergantian pelatih memang hal yang biasa namun kita berbicara mengenai Sir Alex Ferguson, bukan sembarang orang dengan pengabdian dan totalitasnya, pertanyaan setelah pertanyaan akan muncul.. ‘dapatkah United mempertahankan apa yang sudah diraih selama ini?’ ‘Terjagakah mentalitas United?’ ‘Siapa pelatih yang mengantikan seorang legenda?’, wajar pertanyaan-pertanyaan timbul, tapi United tetaplah United, siapapun pelatihnya nanti mereka akan tetap menunjukkan mentalitasnya dan mungkin hanya organisasi permainan yang berbeda.
   Keyakinan ini terjaga karena dahulu United juga pernah mengalami ‘kejatuhan’ pasca tragedy Munich yang menewaskan hampir seluruh pemain inti, namun United tetaplah United, mereka bangkit dan membawa United ke final piala FA meskipun kalah tapi kebangkitan mereka itulah yang disaksikan seluruh dunia, ‘Manchester United tidak pernah menyerah’ headline surat kabar waktu itu.
  Inilah tulisan-tulisan singkat mengenai pengabdian dan totalitas Sir Alex Ferguson kepada Manchester United yang sangatlah jarang ditemui di dunia sepakbola modern ini, dan buat seluruh fan Man United ambil hikmah dan positif pasca kemunduran Sir Alex Ferguson yakni penyegaran, modul baru, ide dan sistem permainan yang akan ditawarkan pelatih baru nantinya, Terima Kasih Sir Alex untuk semua yang telah kau berikan untuk Manchester United dan dunia persepakbolaan, engkau adalah sosok seorang visioner, bapak dan contoh bagi setiap insan sepakbola dan mengajarkan makna kata totalitas dan pengabdian.

Mari Menulis....

Mari awali blog ini dengan tulisan!!!



Blog ini di buat dengan tujuan "kebersamaan", untuk meluapkan banyak hal yang ada di pikiran, hati, atau mengembangkan ide-ide yang tak pernah tertuang. Tidak ada hal khusus atau memfokuskan apa yang akan di bahas, semuanya bebas, dan tanpa paksaan. Dengan menulis memampukan kita untuk berbicara dengan cara yang lain yang pastinya tanpa suara. Menuangkan satu atau dua kalimat tidak masalah, tapi kalau banyak yang ingin di ekspresikan kenapa tidak sampai seribu kalimat atau bahkan lebih?. Mari pahami jiwa masing-masing dengan tulisan. Menulis membantu kita menembus kebisuan. Oleh karena itu, mari menulis... untuk tidak lagi memahami dari yang tampak atau bersuara.


Mencoba mengenal diri sendiri dari tulisan, bagus bukan?



*sorry kalau pembukaannya lebay. hehehehe.