Selasa, 01 Oktober 2013

Pagi Bernyanyi

Langit kini penuh bintang
Ditemani bulan yang terang.
Bintang-bintang bermain riang
Disekitar bulan yang terang.

Angin kelembutan membelai malam
Membawa binar tak padam.
Kata-kata sutera datang perlahan
Selimuti telinga yang kedinginan.

Timur berjanji dengan matahari
Menari bersama iringi hari.
Barat berjanji akan berhenti
Menelan surya tak kala ditepi.

Walau malam masih menjadi tuan
Gelap bukan hal yang menakutkan.


NB: terinspirasi dari lagu Bruno Mars "when i was your man".  Untuk yang single, puisi ini untuk loe...

Kotak Pandora saudara2!





Apa ‘Kotak Pandora’ Kalian??

   Jika judul diatas ditanyakan ke orang-orang, mungkin cuma sedikit yang memahami dan bertanya-tanya ‘apa sih emang kotak Pandora?’, dan mungkin ada juga yang nyeleneh ‘itu semacam kotak biskuit ya?’ hmm baiklah. Dan jika saya yang bertanya pada diri sendiri, ‘emang apa sih kotak Pandora kamu? Dengan cepat aku menjawab ‘masa lalu’. Dilanjutkan lagi ‘terus kenapa dengan masa lalu?’ dan dijawab ‘ga perlu untuk menjelaskan, jangan sampe terbuka lagi kotak ini’.
   Ya, mungkin diatas itu cuma sedikit penjelasan yang menggambarkan kotak Pandora. Definisi dari kotak Pandora ini pun bervariasi dengan versi tersendiri, namun cerita ini berasal dari mitologi Yunani. Jadi ceritanya Zeus sang dewa petir menginginkan anak perempuan dari Hephaestus yang notabene suami dari Aphrodite, setelah proses *taulah maksud proses ini, lahirlah seorang anak perempuan yang dinamakan Pandora.
   Pandora bermaksud dinikahkan oleh Zeus untuk menemani Epimetheus, seorang pria yang tangguh namun kesepian dan ia memiliki seorang saudara laki-laki bernama Prometheus. Dan Zeus tidak sebaik yang dipikirkan, setelah menikah, ia bertengkar dengan salah satu dari kedua bersaudara tersebut. Liciknya ia menitipkan sebuah kotak kepada Pandora dan memintanya untuk tidak membuka kotak tersebut. Dan dipikirannya, pasti ada yang membuka dari dua bersaudara tersebut namun prediksi meleset, justru Pandora yang penasaran dan membukanya ditengah malam.
   Kemudian… Jeng Jeng Jeng, keluarlah semua penyakit2 fisik dan hati, kebencian, iri dan lainnya. Pandora menangis dan menutup kotak tersebut sambil berkata kepada Epimetheus yang terbangun ‘aku membuka kotak ini, maafkan aku’. Saat menutup kotak tersebut, muncul sebuah serangga yang dapat berbicara dan berkata ‘namaku harapan dan aku akan hidup di dunia ini’. Benar, harapan menyeimbangkan keburukan yang keluar sebelumnya membanjiri dunia ini.
   Lalu apa kaitannya dengan judul diatas yang mempertanyakan ‘apa kotak Pandora kalian??’, dari cerita diatas, definisi tiap orang pasti berbeda-beda. Coba simak kata-kata ini ‘penasaran…ingin dibuang namun sayang…dibuka pun tak baik dampaknya’. Definisi tidak harus melulu tentang cinta, bisa jadi ini adalah kapsul waktu dihati yang ingin disimpan dan sewaktu-waktu disaat yang tepat dikeluarkan, sebagai uji mental dan daya tahan pada diri sendiri.
   Kisah kotak Pandora ini juga bisa jadi tester sejauh mana kesabaran manusia bertahan, simbol untuk melatih kesabaran. Diingat selalu jangan sampai ‘keinginan’ untuk membuka kotak tersebut mengalahkan logika, dan jika terbuka, tanggung sendiri konsekuensinya. Diingat juga yang keluar tidak semuanya buruk, masih ada harapan..ya harapan merupakan sebuah simbol yang menerangi hati disaat kegelapan. Manusia yang hidup dalam kegelapan tidak ada harapan, maka hilang semua semangatnya, namun disaat kesusahan yang teramat dan muncullah harapan, niscaya ia akan melakukan semua yang harus dilakukan untuk membuat harapan tersebut menjadi kenyataan.
   Cerita ini memang hanya mitologi Yunani, dan ironinya banyak orang menjadikannya simbol dalam hidupnya, menyadarkan dirinya akan masa lalu yang pernah dilakukannya. Bagaimanapun Pandora dan Epimetheus tetap bersama menghadapi konsekuensi atas tindakan yang dilakukan Pandora. Mungkin ada manusia di dunia ini jika ditanya menjawab ‘kotak Pandora ku adalah topeng di diri, ingin kulepas tapi aku takut dijauhi’ atau ‘kotak Pandora ku adalah masa kecilku, ingin kubuka namun aku harus menerima konsekuensi kehilangan hidupku saat ini’, atau bahkan ‘kotak Pandora ku adalah keberanianku, ingin kubuka namun aku takut dikucilkan dalam kelompok’. Jadi.. apakah kotak Pandora kalian??