Minggu, 30 Juni 2013

Tap... Tap...

tap tap...
melangkah menjalari lorong waktu.
tap..tap...
sejenak sempat terhenti.
taappp... taappp
mau menyerah??

wajah tersenyum sendu melihat realita,
mengungkap sepi pada mimpi.
mimpi tampak begitu jauh.
jauh..jauh... sampai terdiam pada gelap.
mencari cahaya.
dimanakah kamu cahaya?

tap..tap...
langkah mulai bergerak lagi.
entah menginjak apa.
entah apa yang terasa.
gelap..gelap.. semua begitu gelap.
mau berpegang pada apa?

mendadak tertegun melihat sinar,
bertanya-tanya masih dalam gelap,
terdiam lagi.
mau melanjutkan apa tetap pada gelap?
dan ketidakpastian selalu mendekap erat,
mau bertanya pada siapa?
lagi-lagi bimbang,
lagi-lagi takut.

menghela nafas begitu panjang,
terduduk lemas diselimuti gelap.
selalu ada rasa takut.

tap..tap...
berdiri lagi, melangkah lagi.
begitu pelan, begitu ketakutan.
masih mau berhenti?
atau?





Selasa, 25 Juni 2013



Good bye Doraemon

One day, Nobita came back from school and went upstairs of his house. Nobita look at Doraemon was there sleeping. he is waking up Doraemon, 

“Hey, Doraemon, please wake up, lets play! “, but Doraemon does not wake up.

Nobita thought that Doraemon is tired, so he shakes him, but Doraemon was still sleeping. Nobita felt something strange, and tried to wake him up. But there was no reply. This never happened before. He began crying, but though he screamed or cried, even though Doraemon did not moves at all. He jumped into his desk the time machine and meet Dorami, Doraemon’s sister. He begged her for help, and forced her to go with him back to 1998.

After a short trip again back to 1998 by the time machine, Dorami looked all over his brother Doraemon to see what was wrong with him. After few minutes, she said “the battery is out”. Nobita was relieved, that he is not broken only need to recharge his battery, and put him back like before. But Dorami tells Nobita about the real problem. Dorami said that Doraemon main battery is different, and it ran out. In this case, originally, he had a back-up battery in his ears, but as you know, his ears were eaten by a rat very many years ago, so he does not have a back-up battery now. in conclude if Dorami change Doraemon battery replace every memory of Nobita will be eternally lost from his brain program. even when Nobita asked to search the creator of Doraemon, Dorami said that the data of the creator is being concealed and no one known about him, even Dorami.

Nobita shocked... he closed his eyes. He cried, but after few minutes, he stopped crying,and quietly told Dorami “Dorami-chan, thanks for coming here. I will take care of the rest. You have to go back to your future time now." Dorami-chan could not decide what to do, but anyway she hugged Nobita quietly, and she went back home. After he went back, Nobita carried Doraemon and placed him into the shelf.

And time passed... 

In year 2010, Nobita grew up. Since that day, he changed. He studied hard, did not cry anymore, and he lived without Doraemon. He told Shizuka and other folks that Doraemon had to go back to his future, and could not meet him anymore.

Shizuka was impressed to Nobita’s mysterious appearance which became completely different from 10 years ago. They fell in love, and married. Nobita became a scientist. He made a laboratory in his room, and was studying hard with his job all day. He told Shizuka not to come into the room, as it is very dangerous inside.

But one day, he called Shizuka and told her to come in to his room. It was the first time for her to enter his husband’s room. The moment she went in, she lost her words… There was her friend, Doraemon, who she used to play in her childhood days. Doraemon was not moving. It seemed as he was sleeping.

“Look, Shizuka, I will plug in from now.” Nobita turned on the main switch on Doraemon. Doraemon quietly, very quietly, started to open his eyes.

It was the moment the inventor of Doraemon became clear. It was Nobita. He studied hard and hard just to meet and talk with his old friend again. Going back and forth of time, Nobita was the one who made Doraemon. He discovered all the programs and architecture of Doraemon-type-robot.

Nobita and Shizuka was crying gently.

Doraemon opened his eyes. He looked around, and finally said, “Nobita, did you finish your homework?”
There was the same white clouds in the sky like the times they used to spend together…

this the comic if you wanna read..... 

SEDIH LHOOOO!!!!!
(T-T)...hiks...sob..sob..hiks...
















Selasa, 18 Juni 2013




"Luka Dibalik Senyuman Belaka"

    Perih, sakit dan sedih,  itulah yang dirasa setiap manusia jikala merasakan sakit fisik, sama halnya seperti sakit batin dan rohani yang terasa lebih mendalam nan kala "terluka". Teori?? Ada, namun essay ini hanyalah sekedar halaman opini agar manusia mawas diri, siapa pun itu dan inilah sebuah kisah "luka seorang pria bernama masa".
    Hari dijalani biasa laiknya manusia biasa menjalani hidup, beribadah, menyayangi keluarga, berteman, menjalin kasih, belajar, bekerja, lalu lalu lalu dan akhirnya meninggal dunia meninggalkan nama.
    Masa, seorang pria biasa yang hanya menjalani hidup dengan kefanaan dibalik senyuman hingga suatu saat dia berkata mengenai seorang wanita dihadapan teman-temannya 'manis sekali loh dia, siapa ya namanya? Mudah2an belom punya cowo' dan temannya menjawab 'cie! Ada yang lagi kasmaran nih, hajaar aja lah gausah lama2, gpl bro!' Dan Masa tersenyum seraya dalam hati berkata 'its not that easy! I don't want to commit an easy love mate' (dengan berbahasa inggris) *gapapalah belagu Inggris sedikit, orang ngomong dalem hati.
    Berjuanglah Masa untuk tahu dan kenal wanita manis itu, akhirnya dia tahu nama wanita tersebut adalah Lalu. Masa terus dan terus mendekati hingga mereka berdua dipertemukan oleh Tuhan dan bersatu..
    Waktu berjalan terus dan terus, Masa Lalu berjalan dan menjalin ikatan kebahagiaan, laiknya pasangan-pasangan lain mereka menjalani dengan keindahan, kesedihan, kemarahan, kecemburuan. Masa berkata 'komitmenku selalu dan akan tetap sama untuk mencintaimu..maukah kamu manis menjadi kekasihku hingga waktu yang memisahkan nanti', dengan sedikit berpikir Lalu menjawab malu 'mau, kamu inget aku, kita bukan umur yang main2 lagi..aku gamau pacaran sebentar, aku mau terus selamanya' yang konklusinya Lalu menerima Masa.
    Happy ending?? Jelas! Tapi bukan happy ending akhir kisah ini. Jalaaaaaaannya waktu cepat namun sekilas bagi kedua pasangan yang mungkin bahagia ini, pertengkaran menghiasi mereka menemani kecemasan Masa karena dia mencitai Lalu dengan hati tulus dengan harapan fana untuk menikah dan terus hingga akhir hayat, dia hanya bisa tersenyum ketika bertengkar dengan harapan 'Tuhan, semoga hatinya segera dingin kembali'. Naif memang Masa! Kurang peka kau Masa! Mengapa dia tidak mendatangi atau langsung berbicara! Banyak media, line kakaotalk whatsapp BBM wechat dan lainnyaa ga ngerti ada apa lagi.
    'Kebodohan' Masa membuat Lalu berpikir 'apakah dia pria yang tepat buat diriku??' Masa tersenyum dibalik tangisan hati karena dia tahu sudah berkorban tidak sepenuhnya untuk Lalu karena dia juga punya keluarga untuk dibantu, hidup dia bukan hanya untuk Lalu *namun kalimat terakhir ini disesali nantinya.
    Pengorbanan seadanya dia lakukan, apapun namun entah kurang peka atau memang memang ada yang tidak disadarinya dari sifat Lalu yang perlahan berubah hingga Lalu berkata dengan 'hormat' melalui sebuah pesan 'maaf Masa, kurasa kamu bukan pria yang tepat buat aku..perasaanku hilang...'
    Menangislah sudah hati Masa! Senyuman yang dibuatnya tertutup tirai air mata yang tanpa sadar turun seraya berkata 'kenapa? Apaa kenapa?' Tanpa tahu apapun, hati Masa 'tergores' membentuk 'luka dalam membekas'.
    Masa mencintainya tulus nan dalam namun Lalu berkata sebaliknya, beratnya Masa tidak tahu mengapa dan mengapa..hari tanpa pertemuan tak kunjung datang, luka terus membekas dan sahabat Masa berkata 'gausahlah lo mempertanyakan pertanyaan yang jawabannya gaperlu lo tau' bijak.
    Teruslah Masa hidup dengan luka ini ta peduli dia senang sedih susah dan naik turun kehidupan, mengetahui Lalu sudah memiliki pria lain, Masa tersenyum dengan hati tulus mendoakan yang terbaik seraya membawa luka yang belum dipertemukan oleh Tuhan.
    Kisah 'Masa Lalu' hanyalah kebahagiaan sesaat dan menyisakan luka abadi bagi Masa, bukan tidak bergerak namun luka yang membekas dalam..hidupnya terus berjalan namun tidak 'pedang excalibur yang menancap dihatinya'. Inti essay 'sayangilah dan jaga erat pasangan, apapuun lakukan jikalau tak mau kehilangan karena tangisan dan luka membekas dalam hati dan pikiran. Peacee love and gaoel.

Minggu, 02 Juni 2013

AYAH

karna gw gk tau mau nulis apa disini gw copy paste sajak tentang ayah aja yah...


Sajak untuk Ayah

Di tengah kesendiriannya tak kutemukan sebuah kesepian. Sekali pun berhari hanya berteman dengan aku, televisi, dan bebunyian: tokek, tikus, jangkrik, dan kawan-kawan.
Selalu keikhlasan dan lagi-lagi keikhlasan yang ditampakkan. Sejak aku bangun sampai aku kembali terlelap dan bangun kembali di keesokannya.
Hanya senyum, sapa, tanya, canda, dan doa. Hangat. Begitu yang kutemui tiap waktu berjumpa wajahnya.
Tak dibencinya aku, padahal sudah sebesar ini aku masih hanya sibuk pada diriku sendiri. Bahkan seringkali lupa untuk sekadar bertanya: “Sudah makan, Yah?”
Apalagi keluhan. Jangan tanya. Tak kumengerti mengapa ia selalu lebih tegar dari anak-anaknya yang masih muda.
Sampai sebesar ini bahkan ia yang mengingatkanku untuk tidak lupa makan, sholat, atau bahkan sekadar mengingatkan untuk tidak lupa minum setelah sarapan di tiap paginya.
Sementara aku terlalu dingin, bahkan sekali pun sudah bertemu wajan dan api untuk melelehkan, aku masih saja suka ketus. Dan tak jarang kata-kataku keluar membuat telinga ingin meletus.
Ayah, jika bahkan ada air mata menetes dari kedua bola matamu. Itu pasti karena anakmu, aku. Aku yang terlalu dingin, ketus, mungkin bahkan membuat telinga ingin meletus. Aku, Yah, anakmu, yang membuat peluh keringat di dahimu itu tak pernah berhenti menetes karena begitu banyak pintaku kepadamu.
Sungguh, anakmu ini belum dewasa, seperti selalu kau anggap, aku masihlah gadis kecilmu.
Namun, percayalah, di tiap rinai hujan itu, selalu kuselipkan doa. Sekali pun hujan tak selalu hadir setiap hari, tapi selalu kupinta agar Tuhan menyayangimu di dunia ini dan di akhirat nanti.

walaupun ini copy paste tapi ini ngena banget loh...
semoga kalian kalian pada suka...
from: ayu :* :*